Mencari Pengetahuan Lebih Luas Tentang Naskah Kuno Pada Masyarakat Desa Sade Dan Desa Sesele

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
 Hai Nama Lengkap saya Widia sinta Dewi Biasanya dipanggil Dewi Umur 19 tahun Tempat Tanggal Lahir Lombok Tengah, 21 April 2000 Sekarang saya kuliah di UNIVERSITAS MATARAM (Semester 5).
Jadi saya ingin Menceritakan sedikit Perjalanan dalam Mencari Naskah Kuno dan memberikan Beberapa Pengetahuan Kepada Teman-teman tentang Naskah Kuno Tersebut siapa tahu dengan membaca Blog saya teman-teman semakin mencintai Naskah Kuno maupun Benda-benda pusaka yang ada di daerah tertentu, sama seperti teman-teman saya juga yang awalnya cuma membaca Blog orang tentang Naskah Kuno dan Benda pusaka Malahan sekarang menjadi Tertarik dan ingin mencari tahu.  Pada hari minggu 20 Oktober 2019  saya dan Teman-teman Pergi Mewawancarai Orang yang mempunyai atau yang menyimpan Naskah Kuno di Desa Sade. kebetulan ada teman saya yang memiliki keluarga di Desa Sade jadinya kami bisa wawancara lebih banyak, dalam wawancara  mengenai Naskah kuno Pak Hariadi mengatakan bahwa jadi untuk yang menjaga Naskah Kuno sendiri dia mengikuti keturunan jadi orang yang memegang Naskah Kuno ini adalah seorang kiyai  beliau bisa membaca Naskah kuno dan mengetahui makna dan asal-usulnya. Sebenarnya Pak Hariadi bukan orang yang memiliki naskah kuno tetapi karena yang kami cari sedang ada acara maka Pak Hariadi yang menggantikan beliau kebetulan Pak Hariadi sangat tahu tentang Naskah kuno.  Kata beliau Naskah Kuno ini sangat Bermanfaat untuk masyarakat karena selain digunakan Untuk acara adat Naskah kuno juga digunakan untuk Acara Ngayu ngayu tradisi ini adalah kepercayaan terhadap Nenek Moyang karena di suku sasak atau tepatnya di desa sade ini masyarakat masih ada kepercayaan Terhadap Animisme atau kepercayaan terhadap roh Nenek Moyang, kata Pak Hariadi untuk Membaca Naskah Kuno Harus orang yang mempunyai Naskah itu sendiri karna beliau Lebih Paham dan Memahami isi Naskah Tersebut. Manfaat Naskah Kuno di Desa Sade Yaitu kita bisa Mengetahui asal usul segala sesuatu dan didalam Naskah Kuno ini menceritakan tentang Al-Qur'an dan ada kaitannya antara Al-Qur'an dengan Naskah Kuno adapun cerita Nabi. Beliau juga mengatakan bahwa jika ingin belajar membaca dan mengartikan naskah kuno bisa pada usia kapan saja akan tetapi dalam mempelajari Naskah Kuno ini sangat susah Paling Cepatnya setahun bahkan ada yang seumur hidup karna sulit untuk mengartikan dan memahami makna dari Naskah Kuno itu sendiri. Kata Pak Hariadi Naskah Kuno ini cuma dikeluarkan saat ada acara pernikahan dan Ngayu ngayu saja, Ngayu ngayu adalah manfaat hajatan atau Ngurisan untuk keselamatan,  selain kedua acara ini Naskah Kuno tidak akan dikeluarkan dan kebetulan saat saya dan teman-teman melakukan wawancara tidak ada pesta pernikahan maupun Ngayu ngayu jadi kami tidak bisa mengambil dokumentasi Naskah Kuno Tersebut  , setelah beliau mengatakan hal itu Jujur kami terutama saya pribadi sedikit kecewa karna Tidak bisa Melihat ataupun mengambil dokumentasi  Naskah Kuno Tersebut tetapi saya bersyukur karna sudah mengetahui beberapa hal tentang Naskah Kuno. Ada beberapa kata dari Beliau yang saya Bisa jadikan pelajaran yaitu sebagai anak muda kita harus berdekatan dengan orang tua atau orang yang lebih tua yang  lebih memahami hal semacam Naskah kuno agar hal tersebut tidak akan hilang dengan perkembangan zaman. Dan ada satu kata lagi yang sangat saya suka, kata beliau kita suku sasak harus buang sesuatu yang buruk dan menyimpan sesuatu yang baik.

Gambar Desa Sade

Gambar Rumah Tempat Penyimpanan Naskah Kuno

Gambar Kantor  Desa Sesele 

Gambar Wawancara Pak Khairul 

      Karena pada Hari minggu saya dan teman-teman tidak mendapatkan dokumentasi Naskah kuno, karna rasa penasaran yang begitu besar kami mencari Naskah kuno di Desa Sesele pada hari selasa 22 oktober 2019, saya dan teman-teman hanya bermodalkan nekat tidak mengetahui apapun atau siapapun di desa sesela kami cuma mengetahui dari senior teman saya bahwa ada didesa sesele yang bernama Amaq raisah katanya beliau mempunyai Naskah Kuno tetapi karena saya dan teman-teman tidak mengetahui alamat Amaq raisah maka kami memutuskan untuk pergi ke kantor Desa Sesele terlebih dahulu untuk menanyakan alamat Amaq raisah, di kantor desa kami bertemu Pak Lutfi yang kebetulan beliau kerja di kantor desa dan beliau mempunyai teman yang mengetahui cerita sejarah jadi kami meminta kontak temanya pak lutfi yang bernama Ijtihad pada awalnya Pak Ijtihad mengatakan bahwa rumah Amaq raisah dekat dengan pemakaman umum akan tetapi setelah kami pergi ternyata Amaq raisah itu bukanlah nama orang melainkan nama gang yang ada di Desa Sesele.  Setelah semua orang yang kami tanyakan tidak tahu kami memutuskan pergi ke pasar Seni Desa Sesele,  Alhamdulillah kami bertemu dengan ada seorang Bapak yang baik tapi kami lupa menanyakan nama beliau, beliau mengatakan bahwa dia mengetahui orang yang memiliki naskah kuno namanya pak khaerul akan tetapi pak khaerul tidak tinggal di Desa Sesele melaikan di Puncang kamipun langsung kePuncang karena kami tidak mengetahui rumah pak khaerul kami sedikit kebingungan dan tersesat akan tetapi kami menggunakan Google maps dan alhamdulillah setelah sekitar 20 menit kami menemukan rumah pak khairul, setelah berbincang kata pak khairul naskah kuno tersebut memang ada  tetapi beliau kewalahan menjaga benda-benda tersebut,  maka beliau meminjamkan kepada Tg. Umar Abdul Aziz tapi sekarang beliaupun juga sudah meninggal jadi pak khaerul sendiri sudah tidak tahu dimana Naskah kuno itu. Kami berbincang sedikit lama dengan pak khaerul dan karena tidak ada Naskah kuno beliau menyarankan kami mencari di Rembige  dan menanyakan kepada Bapak Lalu mahdan dan H. Lalu bahraen. Kata beliau kalau kami pergi ke Rembige pasti dikasih atau bisa mengambil dokumentasi Naskah Kuno Tersebut tetapi karena waktu sudah pukul 14:35 dan kamipun kuliah pada Pukul 16:00 jadinya kami tidak pergi ke rembige.

Sampai disini dulu artikel saya  tentang Naskah Kuno,  dilain waktu pastinya saya  akan menutupi rasa penasaran Teman-teman dan rasa penasaran saya dengan mencari tahu Naskah-naskah kuno yang ada di Lombok (Nusa Tenggara Barat)
Terima kasih banyak buat teman-teman yang mau membaca Artikel saya
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Komentar

  1. Postingan ini sangat bermanfaat bagi kami anak muda sekarang

    BalasHapus
  2. Bermanfaat artikelnya .
    Mohon dikembangkan lagi

    BalasHapus
  3. Semangaatt 😍😍😍 keren

    BalasHapus
  4. Bermanfaat ... Lestarikan terus budaya dan sejarah πŸ’ͺ

    BalasHapus
  5. Gimana caranya di like? Yg punya cantik jd ikutan komen aja

    BalasHapus
  6. Semoga bermanfaat,,,, semangat terus

    BalasHapus
  7. Asslamualaikum.Mba dewi yg inges artikelx sngat bagus. Tpi sdikit saran dari saya, perhatikan kembali tehnik penulisan seperti tanda titik koma. Biar pembaca ketika membacax lebih menikmati. Oh iya satu lgi, kalau ada kata tradisi lokal tolong disertai dng kata penjelas sperti pada kata "ngayu ngayu" .
    Trima kasih & kompor gas

    BalasHapus
  8. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  9. Artikelnya bagus..tapi, teknik penulisan yg perlu di ubah dikit πŸ‘πŸ‘

    BalasHapus
  10. Mantap adik.terus lah berkarya
    Smangat selalu.

    BalasHapus
  11. Sangat bermanfaat sukses terus kak

    BalasHapus
  12. Kami tunggu cerita berikutnya yang lebih keren lagi.tetap smngt semoga sukses amiin

    BalasHapus
  13. not bad lah untuk ukuran blog pertama. kalo sering buat blog insyaallah bakalan lebih baik lagi. semangat

    BalasHapus
  14. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  15. Bagus ceritanya kembangkan kak,,,tunggu artikel selanjutnya 😊

    BalasHapus
  16. πŸ‘πŸ‘πŸ‘...
    Terima kasih...
    Kami tunggu lanjutan artikel ini...

    BalasHapus
  17. Subhanallah sudah bagus teman.

    BalasHapus
  18. Sangat bermanfaat, ttp semngat de:)

    BalasHapus

Posting Komentar